Manado, Sumber Berita ID – Pemerintah Kota Manado semakin menunjukkan keseriusan dalam menangani masalah Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
Hal tersebut terlihat ketika Walikota Manado, Andrei Angouw, saat menggelar tatap muka bersama Kapolresta Mamado Kombes Pol Irham Halid S.IK, para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda di Kecamatan Mapanget, Kamis (20/8/2025).
Dirinya mengungkapkan, bahwa pihaknya telah mengidentifikasi sedikitnya 1.000 orang yang kerap kedapatan membawa pisau atau senjata tajam (sajam) di wilayah Kota Manado.
Mereka yang disebut sebagai “Peks – peks” (istilah lokal bagi orang yang sering membawa pisau/sajam), menurut Walikota, menjadi perhatian serius Pemkot dan aparat keamanan.
“Kurang lebih ada seribu orang yang sudah Diidentifikasi. Ini yang kami pantau karena sering membawa senjata tajam,” tegas Wali Kota.
Ia menambahkan, upaya identifikasi ini bukan sekadar pendataan, tetapi juga langkah preventif untuk mencegah terjadinya tindak kriminal di masyarakat.
“Kita tidak ingin ada korban lagi,” ujarnya.
Menurut Angouw, fenomena peka-peks tidak bisa dipandang remeh. Aksi kriminal yang melibatkan sajam beberapa waktu terakhir menjadi peringatan bahwa potensi konflik bisa muncul kapan saja bila tidak ada tindakan tegas.
Pemerintah Kota Manado pun terus mendorong pendekatan dua arah, penindakan hukum bersama aparat Kepolisian, serta pembinaan masyarakat lewat tokoh agama, tokoh masyarakat, dan komunitas pemuda agar kesadaran hukum bisa meningkat.
Walikota juga berharap para tokoh agama dapat mengambil peran aktif dalam membangun kesadaran moral umat, khususnya generasi muda.(*/don)












