Walikota Angouw Seriusi Pendataan Miskin Ekstrem dan Kriminalitas di Lingkungan

Manado, Sumber Berita ID – Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota dr. Richard Sualang semakin serius dalam membangun Kota Manado tercinta ini.

Keseriusan itu tergambar dalam tata kelola pemerintahan yang semakin baik dan tentunya mengedepankan basis data.

Rabu (20/8/2025) tadi, ia memimpin Rapat Terbatas (Ratas) bersama lurah dan para Ketua Lingkungan (Kaling) se-Kecamatan Tuminting, yang berlangsung di Ruangan Toar Lumimuut, Kantor Walikota Manado.

Menurut Angouw, setiap wilayah di Kota Manado harus dikuasai oleh para Ketua Lingkungan (Pala).

“Ketua Lingkungan itu harus benar-benar menguasai wilayahnya. Jangan sampai ada kejadian, tapi tidak tercatat dalam data. Warga meninggal, ada kriminalitas, hingga masalah miskin ekstrem harus diketahui dan di data dengan baik,” tegas Andrei Angouw.

Dalam arahannya, Walikota menekankan pentingnya pendataan warga yyang lebih akurat.

Para Kaling diminta melakukan sensus rutin dan memastikan data lama selalu diperbarui.

Hal-hal sederhana seperti lampu jalan (PJU) yang mati, keberadaan tokoh masyarakat, hingga aktivitas warga juga wajib tercatat.

Walikota bahkan melakukan dialog langsung dengan para Pala, sembari mengecek database yang tersedia. Beberapa data yang tidak jelas atau sudah kehilangan jejak ikut disorot. “Intinya, data itu harus diinput dengan benar. Supaya pemerintah bisa ambil langkah tepat berdasarkan informasi yang jelas,” tambahnya.

Ratas yang dikemas secara dialogis ini membuat suasana tidak kaku.

Para Kaling pun sempat diuji langsung oleh Wali Kota terkait data yang mereka laporkan.

Dengan cara ini, Andrei berharap ada kedisiplinan dan kesadaran bahwa pembangunan yang baik hanya bisa dilakukan jika pemerintah punya data yang lengkap dan valid.

Ratas ini juga dihadiri Asisten I Julises Oechler SH, para camat se-Kota Manado, serta undangan terkait lainnya. Menurut Wali Kota, kegiatan seperti ini akan digelar di seluruh kecamatan, bukan hanya di Tuminting. (*/don)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *