AKSI SMPN 1 Manado, Platform Digital Pengawasan Sistematis Siswa Satu-satunya di Sulut

Headline, Manado, Pendidikan1676 Dilihat

Manado, Sumber Berita ID – Siapa sangka, seorang Kepala Sekolah (Kepsek) dari Manado bisa mempunyai ide untuk mengembangkan teknologi yang sangat bermanfaat bagi siswa dan orang tua murid.

Ya, namanya Riva Rori, seorang Kepsek di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Manado, mempunyai ide dan gagasan untuk mengembangkan teknologi yang visioner.

Kepsek Rori, diam-diam mengembangkan platform digital untuk menciptakan sistem belajar-mengajar yang lebih efektif dan modern juga efisien.

Aplikasi yang diciptakannya adalah AKSI atau disingkat Aplikasi Kedisiplinan Siswa.

Kepsek yang mempunyai nama, Riva Alvi Rona Rori, S.Pd.,M.Pd, menjelaskan bahwa aplikasi AKSI merupakan inovasi yang lahir dari kebutuhan nyata untuk menghadirkan sistem pengawasan yang lebih sistematis, transparan, dan berbasis data.

“Kami ingin menghadirkan solusi konkret atas tantangan-tantangan kedisiplinan di sekolah. Dengan AKSI, guru, orang tua, dan siswa bisa sama-sama memantau dan membenahi sikap secara transparan dan objektif. Ini juga bentuk nyata bahwa dunia pendidikan tidak bisa lagi lepas dari teknologi,” ujarnya saat diwawancarai Rabu (9/7/2025) sore.

Aplikasi AKSI memungkinkan pencatatan data perilaku siswa, mulai dari absensi harian, keterlambatan, pelanggaran tata tertib, hingga penghargaan atas prestasi dan sikap positif. Semua data ini dapat diakses secara daring oleh guru dan orang tua melalui akun masing-masing.

Perkembangan teknologi digital saat ini memang membuka ruang baru bagi dunia pendidikan untuk bertransformasi. Banyak sekolah di Indonesia mulai memanfaatkan platform pembelajaran daring, sistem informasi akademik, hingga aplikasi manajemen sekolah.

Pendekatan yang dilakukan SMP Negeri 1 Manado melalui AKSI tergolong inovatif dan kreatif karena menyasar aspek pembentukan karakter dan kedisiplinan siswa secara langsung.

“Disiplin adalah pondasi dari kualitas pendidikan. Dengan teknologi, pembinaan kedisiplinan bisa dilakukan lebih konsisten dan terpantau. Ini akan membentuk budaya sekolah yang positif,” lanjut Rori.

Orang tua siswa juga menyambut positif terobosan ini. Salah satunya, Aprisilia, mengaku merasa lebih terlibat dalam proses pendidikan anaknya karena mendapat informasi langsung melalui aplikasi.

“Dulu kami baru tahu ada masalah kalau dipanggil ke sekolah. Sekarang, lewat AKSI, kami bisa langsung tahu perkembangan sikap anak dan bisa langsung diskusi di rumah,” ujarnya.

Penerapan aplikasi AKSI ini juga didukung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, yang menilai bahwa inovasi seperti ini selaras dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat literasi digital di lingkungan sekolah.

Dengan inisiatif seperti AKSI, SMP Negeri 1 Manado membuktikan bahwa kemajuan teknologi bukan hanya untuk pembelajaran daring semata, tetapi juga dapat menjadi alat pembinaan karakter siswa. Inovasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Sulawesi Utara maupun secara nasional untuk ikut bertransformasi ke arah pendidikan berbasis teknologi dan karakter.

Diketahui, inovasi berbasis platform digital seperti AKSI ini menjadi satu-satunya yang ada di Provinsi Sulawesi Utara khususnya di Kota Manado. Sehingga, menurut Rori sudah banyak instansi yang ingin bekerja sama dalam mengembangkan aplikasi ini.

“Ada beberapa instansi yang sudah menghubungi saya untuk mengembangkan aplikasi. Mudah-mudahan ada prospek baik, agar aplikasi ini bisa terus berkembang kedepannya,” tutupnya.(don)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *