oleh

Muskot PMI di Hotel Aston Terancam Dibekukan

Manado, Sumber Berita ID – Palang Merah Indonesia (PMI) Manado, Selasa (24/5/2022) menggelar Musyawarah Kota (Muskot) yang dilaksanakan di Hotel Aston Manado. Dimana, agenda pemilihan pengurus baru tersebut berpotensi dibekukan oleh PMI pusat. Hal ini dikatakan, Wakil ketua PMI, Sulawesi Utara (Sulut), Roy Mewoh.

Mewoh menegaskan, sebelum Muskot dilaksanakan dirinya selaku utusan PMI Provinsi telah mengirimkan surat untuk penundaan musyawarah kepada ketua PMI Manado Paula Runtuwene.

 

“Kami sudah menghimbau kepada ketua PMI Manado Paula Runtuwene melalui surat, untuk menunda dulu pelaksanaan Muskot PMI Manado, sambil menyelesaikan masalah dualisme kepengurusan,” kata Mewoh.

 

Lanjut Mewoh mengatakan, pihaknya sudah memberikan himbauan, tapi tidak diindahkan Paula Runtuwene Cs, sehingga pelaksanaan Muskot PMI Manado terus dilaksanakan dan tentu saja hal ini akan membuat kepengurusan PMI Manado hasil Muskot di Hotel Aston ini berpotensi dibekukan karena pelaksanaan Muskot banyak menyalahi aturan, diantaranya tidak dihadiri PMI Provinsi serta perwakilan pemerintah.

“Kami sudah melaporkan masalah ini ke PMI pusat, dan hasil laporan tersebut, PMI pusat menyatakan setelah menerima berita acara pemilihan nantinya akan langsung dibekukan kepengurusan PMI hasil Muskot di Hotel Aston Manado dan pengurusnya sementara diambil alih PMI provinsi,” ujar Mewoh.

Mewoh menjelaskan, salah satu pelanggaran yang dilakukan PMI Manado dimana tidak melibatkan pembina PMI kecamatan dalam hal ini Camat saat mengutus perwakilan kecamatan ke Muskot.

“Sesuai aturan pembina PMI itu adalah pemerintah, untuk kecamatan ialah Camat. Nah, saat Muskot Aston perwakilan kecamatan tidak membawa SK dari Camat. Sementara 11 kecamatan yang membawa SK terbaru dari Camat tidak diperkenankan mengikuti Muskot, jadi disitulah letak dualismenya makanya disarankan belum bisa dilaksanakan,” jelas Mewoh.

Diketahui, dari hasil Muskot PMI Kota Manado Aston, dari 13 hak suara menghasilkan sebagai ketua adalah Hendah Murtanti, SH sebanyak 9 suara.

Sementara itu, usai Muskot, Ketua PMI Manado Paula Runtuwene mengatakan, kegiatan Muskot sudah berjalan sesuai aturan. Diapun membantah saat ditanya soal adanya surat dari PMI pusat yang memerintahkan Muskot ditunda karena ada dualisme.

“Sampai saat ini kami tidak menerima surat penundaan, jadi Muskot tetap kami laksanan karena kepengurusan kami masih sah dan tidak ada dualisme,” ungkap Paula kepada sejumlah wartawan.

Murtanti selaku ketua terpilih saat diwawancara media menyebut, PMI adalah organisasi sosial yang selama ini bermitra dengan Pemerintah Kota dan dia sendiri siap bekerjasama dengan Pemerintah Kota Manado, soal adanya intrik yang terjadi dia memahaminya sebagai sebuah dinamika organisasi. (don)

Komentar

Tinggalkan Balasan