Penertiban Pedagang oleh SatPol PP Manado Diduga Tebang Pilih

Headline, Manado89 Dilihat

Manado, Sumber Berita ID – Kinerja SatPol PP Kota Manado disorot warga. Pasalnya, penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Manado nomor 2 Tahun 2019 oleh SatPol PP Kota Manado, tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum, diduga tebang pilih. 

Salah seorang warga mengeluhkan kinerja Satpol PP Manado. Kris, warga Karombasan ini menilai, para penegak Perda tersebut tidak bekerja secara professional.

“Kelihatan sekali kinerja Satpol PP Kota Manado tebang pilih. Banyak pedagang yang berjualan di trotoar, tepi jalan, tepi toko, tapi terlihat dibiarkan. Aturan yang dijelaskan dalam pasal 12 seperti itu. Yang kita sesalkan kenapa yang ditertibkan hanya kita, yang lain tidak,” kata Kris ketika ditemui awak media, Jumat (03/04/2024).

Diketahui, Kris yang merupakan pengusaha rumah kopi ini diduga menjadi sasaran penertiban oleh Satpol PP. Food truck milik Kris yang berjualan di atas trotoar Lapangan Sparta Tikala itu terpaksa harus di tertibkan.

“Kami tidak masalah soal penertiban ini, walaupun di hari pertama jualan disitu. Tapi di lapangan yang terjadi, masih banyak sekali penjual dan pedagang berjualan diatas trotoar namun terkesan dibiarkan oleh Satpol PP. Bahkan, sejumlah pedagang di pinggir jalan di seputaran Tikala terus berjualan, walaupun truk berisikan anggota Satpol PP sedang melintas. Ini kan namanya tebang pilih. Pasal 12 itu tidak diberlakukan semua,” ujar Kris.

Kris juga mencontohkan para pedagang di depan Mega Mall Manado. Menurutnya, para pedagang di bekas halte bis itu harus juga ditertibkan, karena terkesan jorok dan kotor.

“Wajah kota Manado ada di seputaran kawasan Megamas. Tapi kita bisa lihat, didepan Mega Mall itu banyak pedagang yang berjualan sampai tengah malam. Terkesan kotor dan tidak indah dilihat. Dan sangat disayangkan tidak ditertibkan,” kata Kris kembali.

Kris berharap, Satpol PP Manado bisa bekerja profesional dalam menjalankan tugasnya.

“Saya berharap, Satpol PP Manado bisa menertibkan secara menyeluruh tanpa pandang bulu. Kalau misalnya butuh tambahan orang kerja saya siap membantu. Ini semua untuk Kota Manado yang lebih baik dan dalam rangka menunjang program pemerintah,” tutupnya. (don)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *