Manado, Sumber Berita ID – Masa reses III di tahun 2025 ini digunakan oleh anggota DPRD Kota Manado Ir. Jean Sumilat dengan menyerap aspirasi masyarakat (asmara) di Kelurahan Malalayang Satu, pada Jumat (25/07/2025).
Dengan antusias, ratusan warga menyambangi lokasi kegiatan untuk mengutarakan aspirasi.
Sebagai Ketua Komisi III DPRD Manado, Sumilat menyatakan siap menampung berbagai aspirasi warga — baik masukan, kritik, maupun usulan program.
“Saya hadir untuk mendengar dan menyuarakan kembali apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Jangan segan menyampaikan,” tegas Sumilat.
Dalam reses tersebut, Jean menyampaikan bahwa Kelurahan Malalayang Satu termasuk wilayah yang paling banyak mendapat perhatian program pembangunan dari Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota dr. Richard Sualang.
Jean juga menyinggung soal dirinya yang sempat viral karena menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari Kementerian Ketenagakerjaan. Ia pun langsung mengonfirmasi hal itu ke dinas terkait.
“Ternyata saya tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan lewat program Perkasa karena aktif dalam pelayanan gereja. Jadi semua sesuai sistem,” jelasnya.
Ia juga mengimbau agar masyarakat memenuhi kewajiban membayar iuran BPJS, supaya hak-hak seperti bantuan sosial dapat diterima tanpa kendala.
Terkait pembagian beras dari program Gerakan Pangan Murah, Jean menekankan bahwa data penerima berasal dari Data Sosial Ekonomi Nasional, sehingga jika ada warga yang tidak kebagian, bukan kesalahan dari ketua lingkungan.
Ia juga memberikan klarifikasi seputar pengurusan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Menurutnya, Dinas Sosial hanya memberikan rekomendasi, sementara proses pengurusannya dilakukan langsung di kantor kelurahan.
Selain itu, Sumilat juga menyoroti masalah keselamatan lingkungan, khususnya kabel-kabel di tanah dan udara yang dinilai membahayakan warga.
“Saya minta dinas-dinas terkait serius perhatikan kabel-kabel yang semrawut, ini menyangkut keselamatan. Begitu juga lampu jalan, drainase, dan jalan lorong harus jadi prioritas,” ujar Jean.
Kegiatan reses ini turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Sosial, Dinas PUPR, Dinas Perkim, Camat Malalayang, Lurah Malalayang Satu, para Ketua Lingkungan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga dapil Malalayang.
Reses Jean Sumilat kali ini bukan cuma sekadar formalitas, tapi benar-benar jadi ruang menyerap suara rakyat dan menyuarakannya ke parlemen.(*/don)






