Tanggapi Isu Manado Tidak Aman, Toga: Torang Cinta Damai, Perbuatan itu Hanya Segelintir Orang

Headline, Manado506 Dilihat

Manado, Sumber Berita ID – Beredar isu yang menyebut Kota Manado tidak lagi aman karena terjadi beberapa tindak kriminalitas, ditanggapi Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw. Dia menegaskan Manado merupakan daerah yang rukun dan aman, sehingga kini paling banyak menjadi sasaran kunjungan dari wisatawan lokal hingga mancanegara khusus di Sulawesi Utara.

“Yang tinggal disini semuanya merasakan kenyamanan. Bahkan banyak lagi ingin datang ke Manado dan ingin menghabiskan masa tuanya di sini,” kata Steven Kandouw.

Menurut Steven, kini yang migrasi ke Manado begitu tinggi baik dari sektor pariwisata dan kedatangan penduduk yang ingin menetap. Semua itu, lanjutnya karena kerukunan di Manado dan Sulut yang sudah mendunia.

Penegasan Wagub Steven Kandouw diaminkan para tokoh agama (toga) di kota Manado.

“Kondisi Keamanan kota Manado masih kondusif. Peran dari Pemerintah kota, aparat keamanan dan dukungan serta topangan dari tokoh gereja jemaat serta masyarakat sangat diperlukan dan dibutuhkan guna menekan tingkat kriminalitas di kota Manado, karena belakangan ini kejadian penikaman serta kriminalitas lainnya banyak dilakukan anak muda. Jadi perlu pendekatan khusus kepada mereka. Mereka Perlu diajak dalam kegiatan yang positif,” ujar Pdt Fitje Wuwung Ketua jemaat GMIM Syalom Dendengan Dalam.

Lain lagi dikatakan Pdt Jotje Luntungan Ketua jemaat GPDI Sindulang Dua. Ia menyebut, keamanan di kota Manado masih kondusif, cuma belakangan ini memang tindakan kriminilitas mulai naik khususnya anak muda, dimana disebabkan pengaruh konsumsi alkohol yang berlebihan.

Untuk itu diharapkannya peran pemerintah, tokoh agama untuk bekerja lebih keras lagi memberikan perhatian khusus lewat pembinaan mental spiritual kepada masyarakat kota Manado, khususnya anak muda sehingga bisa bekerja sama dengan aparat keamanan dalam menjaga kota Manado.

“Pemerintah juga perlu melibatkan anak muda dalam kegiatan yang kreatif dan perlu membuka tempat yang bisa menyalurkan hobi dan segala kreatifitas,” tambahnya.

Ketua Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Manado, Pst Yohanes I Made Pantyasa Pr, ikut memberi tanggapan. Dikatakannya,

prinsipnya semua agama mengajarkan hal baik dan mengajarkan kerukunan. Artinya mengedepankan kedamaian untuk menjunjung cinta kasih.

“Jadi tidak bisa dikatakan kerukunan itu memudar atau bahkan tidak ada lagi, tetapi ini menjadi perjuangan bersama. Kerukunan dan kedamaian itu tidak akan pernah berubah. Yang berubah adalah pribadi yang memahami dengan baik atau tidak. Yang memahami dengan baik pasti akan mengedepankan kerukunan dan jika tidak pasti akan terjadi sebaliknya. Mari berjuang bersama di tengah situasi penuh tantangan ini,” paparnya.

Soal keamanan ia berujar, di Manado masih sangat aman karena kerukunan kental dan tak pernah memudar. Yang berupa hanyalah pribadi orang saja, yang tidak memahami arti kerukuanan.

“Orang Manado cinta damai dengan semboyannya kita semua basudara. Yang membuat situasi lain adalah oknum tertentu yang mungkin kurang memahami arti kerukunan,” tambah dia.(don)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *