oleh

Kandores Kecewa Gedung Balai Wartawan Dibisniskan

Manado, Sumber Berita ID – Gedung Balai Wartawan yang terletak di Jalan Sudirman Nomor 3 Manado selama ini tidak difungsikan dengan baik untuk kepentingan wartawan.

Gedung tiga lantai itu malah disinyalir telah dibisniskan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulut selaku pengelola gedung.

“Jati diri gedung itu tidak lebih dari sebuah gerobak untuk pedagang Coto Makassar. Setahu saya itu adalah aset yang dihibahkan negara dan tidak bisa dibisniskan secara sepihak. Kalau mau dibisniskan, banyak klausul yang harus dipenuhi,” tegas Anggota Muda PWI Sulut, Jandry Kandores, di Manado, Kamis (18/03).

Kandores mewakili sejumlah anggota muda lainnya menyayangkan kabar beredar bila pundi-pundi pendapatan dari bisnis sewa gedung itu, hanya masuk ke kantung pribadi oknum Ketua PWI Sulut.

“Itu bahaya. PWI harusnya mensejahterakan wartawannya. Harusnya gedung itu bisa menjadi sarana dan dimanfaatkan wartawan di daerah ini. Apalagi sekarang banyak media online yang tidak punya news room. Harusnya Gedung Balai Wartawan itu bisa dimanfaatkan,” tegasnya.

Putra mantan Ketua PWI Sulut Alm Bidden Kandores ini menegaskan cuitannya tersebut murni karena kecewa melihat kinerja PWI Sulut yang saat ini dipimpin Drs Voucke Lontaan.

“Ini bukan kepentingan konferensi ya, tapi murni karena kecewa gedung itu tidak dikelola dengan baik oleh pengurus saat ini. Di Makassar Sulawesi Selatan, ketua PWI-nya didakwa atas penyewaan aset gedung PWI ke Indomaret. Mudah-mudahan ini tidak terjadi di PWI Sulut,” semprotnya.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara Drs Voucke Lontaan dikonfirmasi soal ini, tak mampu mengelak bila gedung itu telah dibisniskan.

Namun menurutnya, pundi-pundi pendapatan dari biaya sewa tidak digunakan untuk kepentingan pribadi melainkan untuk operasional gedung tersebut.

“Nah untuk bayar listrik dan lain-lain ambil dari mana? Belum lagi kalau PWI ada kegiatan, semisal HPN, kita ambil duit dari mana?” tangkis Lontaan dikonfirmasi via telepon.

Dia menjelaskan, sejak beberapa tahun terakhir PWI Sulut tidak lagi pernah mendapat dana hibah dari pemerintah. Padahal dana hibah akan sangat menunjang kepentingan kegiatan-kegiatan PWI.

“Terakhir kalau tidak salah 2016. Jadi biaya sewa gedung yang masuk digunakan sesuai peruntukan dan jelas. Ini juga akan saya laporkan dalam laporan pertanggung jawaban. Saya transparan kok, termasuk dana pendaftaran UKW, kartu PWI dan sebagainya, akan saya laporkan,” tegasnya.

Di satu sisi Lontaan membenarkan PWI Sulut akan segera menghadapi konferensi dalam rangka pemilihan pengurus baru, yakni pada tanggal 28-29 Maret 2021.

Dan agenda tersebut akan ditempuh dalam tiga tahap, yakni pembahasan jadwal acara dan tata tertib, kemudian tahap kedua laporan pertanggungjawaban lalu tahap ketiga pemilihan langsung.

Sedangkan dari pantauan, Gedung Balai Wartawan saat ini dihuni kurang lebih lima penyewa yakni RM Coto Makassar, RM Pilohulata, Wenang College Manado, STIMIK serta kios Pengetikan dan Fotocopy.

“Kalo mo ba sewa langsung pa ketua jo Pak Voke ato pa Pak Merson. Boleh kwa. Mar skarang dorang nda ada, besok pagi jo,” ujar pria bernama Marthen kepada wartawan yang pura-pura sebagai calon penyewa gedung, Rabu (17/03/2021) malam.(bonds)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed