Manado Raih Terbaik II Pembangunan Daerah Nasional 2026, Andrei Angouw Terima Penghargaan Bappenas

 

MANADO, Sumber Berita ID — Pemerintah Kota Manado kembali mencatat prestasi di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota dr. Richard Sualang, Kota Manado berhasil meraih Terbaik II Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tingkat nasional tahun 2026 untuk kategori pemerintah kota.

Penghargaan tersebut diterima langsung Wali Kota Manado Andrei Angouw dalam acara penganugerahan yang berlangsung di Ruang Djunaidi Hadisumarto, Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas RI, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Manado berada di posisi kedua, bersaing dengan sejumlah pemerintah kota lainnya. Kota Surabaya meraih Terbaik I, sementara Kota Pekalongan berada di posisi Terbaik III.

Penghargaan diserahkan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof. Rachmat Pambudi bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Dr. Ribka Haluk.

Capaian ini menjadi pengakuan nasional terhadap kualitas proses perencanaan sekaligus kinerja pembangunan Pemerintah Kota Manado.

Kementerian PPN/Bappenas menjelaskan bahwa Penghargaan Pembangunan Daerah merupakan evaluasi tahunan yang diberikan kepada pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota yang dinilai memiliki kualitas perencanaan serta pencapaian pembangunan yang baik. Penilaian mencakup proses penyusunan perencanaan, kualitas dokumen perencanaan, kinerja pencapaian pembangunan, hingga program unggulan daerah.

Dinilai Selama Empat Bulan
Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel menjelaskan, PPD merupakan salah satu penghargaan pembangunan daerah di tingkat nasional yang telah diselenggarakan sejak 2011. Menurutnya, penghargaan ini tidak hanya melihat kualitas dokumen perencanaan, tetapi juga pencapaian program pembangunan serta sinergi antara program daerah dengan prioritas pembangunan nasional.

“Dewan Penilai Penghargaan ini merupakan ahli dalam beberapa bidang, antara lain mantan Menteri Perhubungan Ignatius Jonan, sejumlah guru besar di bidang perencanaan pembangunan dan otonomi daerah,” jelas Dandel.

Dandel mengatakan, proses penilaian berlangsung kurang lebih empat bulan sejak Mei 2026.

Tahapan penilaian tersebut mencakup penilaian langsung di lapangan hingga presentasi kepala daerah di hadapan Dewan Penilai yang dilaksanakan pada 3 September 2026.

Artinya, capaian Manado sebagai Terbaik II nasional tidak hanya ditentukan berdasarkan dokumen administratif, tetapi melalui rangkaian evaluasi terhadap proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah.

Bukan Sekadar Trofi

Ada Dampak ke Fiskal
Menurut Dandel, penghargaan tersebut juga memiliki arti strategis bagi pemerintah daerah.

Ia mengutip penyampaian Deputi Bidang Pengendalian, Evaluasi dan Manajemen Risiko Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas RU Tri Dewi Virgiyanti dalam laporan pelaksanaan kegiatan bahwa penghargaan tersebut akan digunakan sebagai salah satu indeks pengali dalam pemberian Dana Insentif Daerah oleh Kementerian Dalam Negeri.
“Penghargaan ini nantinya akan digunakan sebagai indeks pengali pemberian Dana Insentif Daerah oleh Kementerian Dalam Negeri,” terang Dandel.
Dengan demikian, penghargaan yang diterima Pemkot Manado tidak berhenti pada seremoni dan trofi, tetapi berpotensi memberikan dampak terhadap kapasitas fiskal daerah.
Dandel menambahkan, dampak tidak langsung dari penghargaan tersebut adalah terbukanya ruang tambahan bagi fiskal Pemerintah Kota Manado untuk mendukung pelaksanaan pembangunan di Kota Manado.
Bagi Pemkot Manado, capaian Terbaik II PPD nasional 2026 menjadi catatan penting dalam perjalanan pembangunan daerah sekaligus apresiasi atas proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang telah dilakukan.
Sementara itu, secara nasional, Bappenas menempatkan PPD sebagai instrumen untuk mendorong pemerintah daerah menyusun perencanaan yang konsisten, komprehensif, terukur, dapat dilaksanakan, serta semakin terintegrasi dengan pembangunan nasional. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *