ToT Penguatan BPD Ditutup, Peserta Dipersiapkan Jadi Pelatih Bersertifikat

Manado, Sumber Berita ID – Upaya meningkatkan kapasitas dan memperkuat peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan Training of Trainer (ToT) Penguatan Peran BPD Bersinergi dengan Pemerintah Desa, yang digelar di Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Utara, Pineleng, 27–28 Agustus 2026.

Memasuki hari kedua, Jumat (28/8), para peserta mengikuti tahapan micro teaching yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WITA. Dalam sesi ini, para calon pelatih mendapat kesempatan menyampaikan materi sekaligus menguji kemampuan dalam memberikan pembekalan kepada peserta.

Sejumlah calon pelatih yang tampil antara lain Luki Kasenda, SE, M.Si, Dr. Dani R. Pinasang, SH, M.Hum, Dr. Welly Waworundeng, M.Si, Yelly Paendong, SE, MM, Ak, CA, serta Dr. Magdalena Wullur, SE, MM, MAP, CMILT, AIFO.

Setiap penyampaian materi kemudian dievaluasi dan mendapat masukan dari instruktur bersertifikat nasional, yakni Jones Oroh, S.IK, MAP, Frangky Mandagi, SE, Meivy Mirah, SE, M.Kom dan Grace Sangian, SE, M.Si.

Kepala BPMP Sulut, Febry Dien, ST, M.Inf. Tech (MAN), juga memberikan pembekalan kepada para peserta sebagai bagian dari penguatan kompetensi calon pelatih.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan pelaksanaan Program Jaga Desa, sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan BPD agar mampu menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya secara maksimal.

ToT ini merupakan hasil kolaborasi Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara dan DPD ABPEDNAS Sulut bersama BPMP Sulut, Pemerintah Provinsi Sulut, FISIP Unsrat Manado serta DPD Desa Bersatu Sulut.

Ketua DPD ABPEDNAS Sulut, Ir. Stefanus BAN Liow, MAP, yang memimpin sekaligus menutup kegiatan, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas BPD merupakan bagian penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan desa yang semakin baik.

Ia menilai, hubungan yang harmonis dan sinergis antara BPD dengan pemerintah desa harus terus dibangun. Sinergi tersebut dinilai menjadi salah satu fondasi untuk menghadirkan pemerintahan desa yang partisipatif, transparan dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Sinergi BPD dan Pemerintah Desa harus terus diperkuat agar pembangunan desa berjalan efektif dan mampu mendorong lahirnya desa yang maju, mandiri dan sejahtera,” ujar Stefanus.

Yang menarik, pelaksanaan hari kedua tidak hanya melibatkan peserta ToT. Sejumlah kepala desa, sekretaris desa dan ketua BPD dari Pineleng Dua, Sea Satu, Sea Mitra, Sea Induk dan Warembungan turut hadir.

Kehadiran para perangkat pemerintahan desa dan unsur BPD tersebut menjadi ruang dialog langsung. Mereka memberikan pandangan sekaligus masukan terhadap materi yang disampaikan para calon pelatih.

Keterlibatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju agenda pembekalan dan pelatihan BPD di sejumlah kecamatan dan kabupaten yang direncanakan mulai dilaksanakan pada September 2026.

Para peserta ToT selanjutnya diproyeksikan menjadi pelatih bersertifikat dengan lisensi BPMP Sulut. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kapasitas peserta, tetapi dapat diteruskan melalui proses transfer pengetahuan kepada BPD di berbagai daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris DPD ABPEDNAS Sulut Jakried K. Maluenseng, M.Sc, Ir. Miky JL Wenur, MAP, Wanda Albasakran, SE, serta sejumlah peserta dan unsur terkait lainnya. (*/don)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *