oleh

Kota Manado Barometer Kampanye Isu Kekerasan Berbasis Gender

Manado, Sumber Berita ID – Dalam rangka memperingati hari Kartini di tahun ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Kota Manado, bersama Ikatan Nyong dan Nona Sulawesi Utara dan Inspire menyelenggarakan ikrar bersama program Pledge United #Pledge2Respect yang bertempat di Ruang Serbaguna Pemkot Manado dan Lapangan Sparta Tikala, Selasa (26/04/2022).

Pledge United adalah sebuah program sepakbola yang bertujuan mengedukasi kalangan pelatih dan remaja laki-laki untuk memperkenalkan anti kekerasan berbasis gender (KGB).

Sejak dilaksanakan pada tahun 2018, Pledge United telah berdampak kepada lebih dari 21.000 remaja laki-laki untuk berikrar menghargai wanita.

“Melalui program Pledge United, kami ingin meningkatkan kesadaran tentang isu kekerasan berbasis gender. Setiap minggunya para pemain akan belajar tentang topik baru untuk membentuk mereka menjadi seorang pria sejati yang menghargai wanita dan menolak kekerasan,” ujar Hein Hoekstra – Manado Office Director Inspire.

Kegiatan ikrar bersama #Pledge2Respect menunjukkan pentingnya kolaborasi 3 (tiga) sektor yaitu pemerintah, swasta dan LSM. Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan adil untuk semua orang. Pemerintah Kota Manado menjadi yang pertama dalam mengadaptasi program Pledge United, sekaligus menjadikan Kota Manado inspirasi bagi kota/kabupaten lainnya khususnya di Sulawesi Utara, dan Indonesia secara lebih luas.

Kegiatan ikrar ini dihadiri oleh 300 orang undangan perwakilan pemerintah dan dinas terkait, komunitas organisasi terkait, kepala sekolah, dan camat di wilayah Pemkot Manado. Selain kegiatan bersama undangan, secara paralel juga diadakan coaching clinic sepakbola bersama 500 orang pemain remaja laki-laki (siswa SMP) dari kota Manado.

“Sayangnya pelaku kekerasan didominasi laki-laki di mana mayoritas memulai tindakan kekerasan pertamanya sejak usia remaja. Kami memiliki visi yang sama dengan Inspire dalam mendukung program yang bersifat edukatif dan prefentif (pencegahan) tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tutup Lenda Pelealu – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Manado.

Ikatan nyong noni sulut dan ikatan Nyong Nona Manado juga jadi bagian dari kegiatan ini, dan merupakan kickoff giat nyong dan noni sulut dalam program kerja kedepan memperjuangkan movement ini.(*/don)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed