oleh

Masuk Tahap Penjaringan Balon Rektor Unsrat, Dedie Tooy Raih Suara Terbanyak

Manado, Sumber Berita ID – Setelah melakukan penjaringan enam bakal calon (balon) Rektor Unsrat beberapa waktu lalu, pada Rabu (20/04) dilanjutkan dengan tahapan penyaringan yang dilakukan melalui Rapat Senat Unsrat tertutup di auditorium Unsrat yang turut dihadiri perwakilan dari Kemdikbudristek.

Di mana, sebelumnya enam bakal carek Unsrat tersebut yakni Prof dr Vennetia R Danes MSc PhD, Prof Dr Ir Fabian J Manoppo MAgr, Dr Flora Pricilla Kalalo SH MH, Ir Dedie Tooy MSi PhD, Prof Dr dr Grace Debbie Kandou MKes, dan Prof Dr Ir Grevo Soleman Gerung MSc berkesempatan menyampaikan visi misi mereka dihadapan 72 anggota Senat Unsrat yang hadir.

Selanjutnya, dilakukan penjaringan nama dengan hasil, Ir. Dedie Tooy MSi PhD memperoleh 29 suara disusul Prof Dr Ir Fabian J Manoppo MAgr meraih 13, Dr Flora Pricilla Kalalo SH MH 11 suara, Prof Dr Ir Grevo Soleman Gerung MSc 11 suara,

Prof dr Vennetia R Danes MSc PhD 6 suara dan Prof Dr dr Grace Debbie Kandou MKes meraih satu suara, adapun satu suara lainnya dinyatakan rusak. Dengan hasil demikian, Ir Dedie Tooy MSi PhD mampu menghasilkan suara yang paling signifikan dari calon lainnya.

Kendati sempat terjadi pertentangan, proses penjaringan masuk ke putaran kedua untuk memilih nomor urut ketiga peraih suara terbanyak, di mana 72 anggota Senat Unsrat memilih satu nama antara Dr Flora Pricilla Kalalo SH MH dan Prof Dr Ir Grevo Soleman Gerung MSc, untuk mendampingi Ir Dedie Tooy MSi PhD dan Prof Dr Ir Fabian J Manoppo MAgr.

Kendati sebelum proses tersebut dimulai, Dr Flora Pricilla Kalalo SH MH memilih walkout.

Adapun dalam pemilihan tahap dua, Prof Dr Ir Grevo Soleman Gerung MSc mampu meraih 47 suara sedangkan Dr Flora Pricilla Kalalo SH MH hanya mampu meraih 21 suara dan tiga suara abstain.

Sementara itu, Jubir Unsrat Dr Max Rembang saat ditemui usai pemilihan menyebut bahwa ada tiga nama yang diusulkan ke kementerian yakni Tooy, Manopoo dan Gerung.

“Tanggal 22 April 2022 sesuai tahapan, tiga nama yang terpilih dalam penyaringan ini akan dibawa ke Kemdikbudristek. Di sana, masih ada verifikasi lagi seperti portofolio dan sebagainya,” tukas Rembang.

Sementara itu, menyinggung soal riak-riak yang terjadi selama pemilihan yang berlangsung secara tertutup itu, Rembang mengaku hal tersebut adalah hal yang biasa yang terjadi dalam proses berdemokrasi. Mengingat dalam pemilihan tersebut hadir juga perwakilan dari Kemdikbudristek yang turut memantau jalannya pemilihan.

“Tentu semua yang melalui proses pemilihan ada proses politik di sana dengan berbagai dinamika yang terjadi,” ungkap Rembang.

“Kalau memang ada upaya hukum silahkan saja. Jadi, tahapan ini tetap jalan begitu juga apabila ada proses hukum tetap jalan,” ujarnya.

Kendati demikian Rembang mengingatkan kembali bahwa Unsrat adalah lembaga vertikal di bawah Kemdikbudristek.

“Jadi, atasan langsung Unsrat itu Mendikbudristek. Hingga dalam pemilihan rektor nanti ada aturannya hak 35 persen suara menteri,” tandas Rembang.(don/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed